Senin, 27 Februari 2012

MATERI PRAMUKA I (SEJARAH PRAMUKA)


Dalam masa pergaulan dikalangan pemuda-pemudi yang kian tidak menentu dan menjurus kearah pergaulan bebas. Maka kehadiran gerakan pramuka sebagai suatu wadah pendidikan bagi anak-anak dan pemuda yang dilaksanakan di luar lingkungan sekolah/kampus (perguruan tinggi). Karena pentingnya pendidikan yang ketiga (pramuka) maka ia tidak dapat berdiri sendiri, ia merupakan kesatuan yang utuh dari pendidikan keluarga dan sekolah/kampus, yang satu sama lain saling mendukung dan tentunya harus saling selaras.
                Gerakan Pramuka (Praja Muda Karana) adalah badan non pemerintah yang berusaha membantu pemerintah dan masyarakat, dalam membangun masyarakat dan bangsa, khusus di bidang pendidikan, melalui kegiatan kepramukaan dengan menggunkan kode etik kepramukaan.
                Kami dari pengurus Gerakan Pramuka Syaikh Zainuddin NW Anjani menyusun secara singkat materi-materi pramuka yang dapat digunakan untuk membina, akan tetapi masih banyak materi-materi yang belum sempurna dalam ringkasan ini, oleh karena itu saran dan kritik sangat kami harapkan.

A.   SEJARAH PRAMUKA
a.       PRAMUKA DUNIA
Untuk memahami hakekat gerakan pramuka maka kita harus memahami sejarah berdirinya dn berkembangnya gerakan Pandu sedunia. Gerakan pandu sedunia didirikan oleh Lord Robert Baden Powell Of Gilwell. Beliau dilahirkan pada tanggal 22 februari 1857 di london. Nama sebenarnya adalah Robert Stephenson Smyth, sedangkan ayah beliau bernama Badel Fowell, ayahnya seorang profesor geometry di universitas oxford, yang meninggal pada saat stephenson masih kecil, keterangan dari nama lord robert baden fowell of gilwell (LORD: titel yang diberikan oleh  raja george pada tahun 1929. ROBERT: nama kecil beliau. BADEN FOWELL: nama ayah beliau. GILWELL: nama sebidang tanah yang digunakan sebagai tempat pendidikan pembinaan pramuka). Baden Fowell Menikah Dengan Olave Clair Soames Pada Tahun 1912, dan dianugrahi tiga orang anak, Baden Fowell meninggal pada tanggal 8 januari 1941 di nyeri, kenya, afrika.
Pandu sedunia.
1.       Pada tahun 1908, baden Baden Powell selalu menulis pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintis, kumpulan tulisannya itu kemudian terbit sebagai buku ”scouting for boys”
2.       Kemudian disusul berdirinya organisasi kepramukaan putri yang diberi nama girl guides, atas bantuan agnes, adek perempuan Baden Powell, kemudian diteruskan oleh ny. Baden Powell.
3.       Tahun 1916, berdiri kelompok pramuka usia siaga, yang disebut CUB( anak serigala)
4.       Tahun 1918, Baden Powell membentuk ROVER SCOUT (pramuka usia penegak) untuk menampung mereka yang brusia 17 tahun tapi masih seneng giat di bidang kepramukaan.

b.      PRAMUKA INDONESIA
1.       Masa Hindia Belanda
Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepanduan (kepramukaan) Nasional Indonesia. Organisasi kepanduan di Indonesia di mulai oleh adanya cabang “Nederlandsche Padvinders Organisatie” (NPO) pada tahun 1912 yang pada pecahnya perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi “Nederlands Indische Padvinders Vereniging” (NIPV) yang artinya “Persatuan Pandu-Pandu Hindia-Belanda” pada tahun 1916.
Organisasi yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia :
·         Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) berdiri pada tahun 1916 atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII.
·         Padvinders Muhammadiyah (Pandu Muhammadiyah) yang pada tahun 1920 berganti nama menjadi Hizbul Wathan (HW).
·         Nationale Padvinderij (Pandu Nasional) yang didirikan oleh Budi Utomo.
·         Syarikat Islam Afdeling Padvinderij yang didirikan oleh Syarikat Islam yang kemudian berganti nama menjadi Syarikat Islam Afdeling Pandu yang lebih dikenal dengan nama SIAP.
·         Nationale Islanietische Padvinderij (NATIPIJ) yang artinya Pandu Islam Nasional yang didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB).
·         Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) yang artinya organisasi Pandu Nasional Indonesia yang didirikan oleh Pemuda Indonesia.
Hasrat bersatu bagi organisasi kepanduan (Pramuka) Indonesia pada saat itu sangatlah besar, sehingga pada tanggal 23 Mei 1928 pandu-pandu yang ada di Indonesia bersatu menjadi satu dan bergabung menjadi “Persatuan Antara Pandu Indonesia” yang lebih dikenal dengan nama PAPI, yang merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS. Tetapi federasi ini tidak bertahan lama, akibatnya pada tahun 1930 berdirilah “Kepanduan Bangsa Indonesia” (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS.
Pada bulan april 1938 PAPI kemudian berkembangmenjadi “Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia” (BPPKI). Antara tahun 1928-1935 bermucullah Gerakanan Kepanduan Indonesia baik yang bernafas kebangsaan maupun yang bernafas keagamaan. Kepanduan yang bernafas kebangsaan dapat di catat Pandu Indonesia (PI), Sinar Pandu Kita (SPK), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama antara lain Pandu Ansor, Al-Wathani, Hizbul Wathan, Kepaduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organistie (IPO), Tri Dharma Kristen, Kepanduan Azaz Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).
Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Pandu Indonesia (BPPKI) merencanakan “All Indonesian Jamboree”. Rencana ini berapakali mengalami perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati dengan nama “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” (PERKINO) dan dilaksankana pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.
2.       Masa Bala Tentara Dai Nippon
“Dai Nippon”! itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belnda meninggalkan Indonesia. Partai dan Organisasi Rakyat Indonesia, termasuk Gerakan Kepanduan di larang berdiri. Namun upaya penyelenggaraan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepanduan tetap menyala di dada para anggotanya. Karena kepanduan (kepramukaan) merupakan suatu organisasi yang menjunjung tinggi nilai perstuan. Oleh karena itu bangsa Jepang tidak mengizinkan Kepanduan (Pramuka) tetap lahir di bumu pertiwi di bumu yang kita cinta ini Indonesia.
3.       Masa Republik Indonesia
Sebulan sesudah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan Indonesia berkumpul di Yogyakartadan bersepakat untuk membentuk panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia Sebagai suatu panitia kerja. Menunjukkan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh Bangsa Indonesia dan segera mengadakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia. Kongres yang terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh para pemimpin pemerintah Indonesia dan tokoh. Lalu pemerintah Republik Indonesia mengakui sebagai satu-satunya organisasi Kepanduan/Kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No. 90/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.
Tahun-tahun sulit di hadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan Kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman Gedung Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada Negara, Tanah Air dan Bangsanya. Wilayah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat di larang berdiri. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumulan lain seperti “Kepanduan Putera Indonesia” (KPI), “Pandu Puteri Indonesia” (PPI), “Kepanduan Indonesia Muda” (KIM). Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan Negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi anggota gerakan Pramuka di Indonesia kini telah berakhir. Pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950. Kongres ini memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu member kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupkan kembali organisasinya masing-masing dan terbukalah kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepanduan/kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K pada tanggal 6 September 1951 dan dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesiamerupakan satu-satunya wadah kepramukaan Indonesia pada tanggal 1 Februari 1947  telah berakhir. Pada tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya “Ikatan Pandu Indonesia” (IPINDO) sebagai suatu federasi. Pada tahun 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepanduan (kepramukaan) dunia. IPINDO merupakan federasi bagi organisasi kepandua putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu “Kesatuan Kepanduan Puteri Indonesia” (PKPI) dan “Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia” (POPPINDO).

4.       Kelahiran Gerakan Pramuka
 
 
Dasar pendidikan kepanduan adalah Pancasila. Dari penjelasan yang telah dipaparkan diatas kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepanduan (kepramukaan) di Indonesia sangatlah banyak. Jumlah itu tidak sepadan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu. Karena itulah Presiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin Gerakan Kepanduan (Kepramukaan) di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan pendidikannya harus diganti, seluruh kepanduan yang ada di Indonesia harus di lebur menjadi satu yang di sebut PRAMUKA. Pada bulan April keluarlah keputusan Presiden RI No. 121 Tahun 1961, tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tang gal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar